Ilustrasi (Istimewa)

Seruu.com - Dalam penelitiannya, seorang terapis pernikahan asal Amerika Serikat, Dr. Jill Maning menemukan, 56% kasus perceraian terjadi karena pornografi. Tentu fakta tersebut mengejutkan.

Bukan hanya hasil penelitian Manning saja yang mengungkapkan betapa buruknya efek pornografi pada hubungan pernikahan. American Academy of Matrimonial Lawyers juga pernah mengadakan polling terhadap 3.500 pengacara perceraian pada 2003. Hasilnya, 2/3 responden mengatakan internet punya perananan yang besar sebagai penyebab perceraian. Lebih dari setengah kasus perceraian terjadi karena berlebihannya akses terhadap pornografi di internet.

Benarkah memang pornografi memang jadi momok menakutkan untuk pasangan menikah? Penulis buku 'Treating Pornography Addiction: The Essential Tools for Recovery' yang juga terapis pernikahan dan keluarga, Kevin B. Skinner, Ph.D., punya pendapat berbeda.

Seperti dikutip psychologytoday, pornografi menurutnya bukanlah penyebab utama pasangan menikah, bercerai. Tapi memang bisa saja pornografi yang jadi pemicunya.

Dr. Skinner mengatakan, mungkin saja memang sudah lama pasangan tersebut punya masalah di kehidupan seks, uang atau soal anak. Atau bisa jadi, pernikahan tersebut memang kurang adanya keintiman seksual. Wanita yang terlalu sensitif dan merasa terancam juga bisa menyebabkan pernikahan tersebut retak.

Tapi bagaimana kalau memang ternyata pornografi lah yang membuat pasangan bercerai? Sebelum menjawabnya, Dr. Skinner yang sudah 15 tahun mengobati pecandu pornografi itu meminta Anda, menjawab dulu beberapa pertanyaan berikut:

1. Bagaimana pornografi yang berlebihan bisa sangat mempengaruhi si pengonsumsinya?
2. Bagaimana seharusnya seorang pasangan merespon partnernya yang suka mengakses pornografi secara berlebihan?
3. Bisakah pasangan itu berdiskusi soal isu pornografi ini dengan cara yang efektif?

Sebagai seorang terapis dan juga peneliti yang sudah banyak berhadapan dengan pasangan bermasalah karena pornografi, Dr. Skinner sudah sering mengajukan pertanyaan di atas. Ia biasanya membantu pasangan tersebut menjawab tiga pertanyaan tersebut dan membuat mereka kembali mesra.

Dr. Skinner, sekali lagi mengatakan, pornografi tidaklah selalu jadi penyebab pasangan bercerai. Ia meyakinkan setiap pasangan bahwa pernikahan sebaiknya jangan berakhir hanya karena pornografi.

Apalagi pornografi kini semakin bisa didapat dengan mudah, yang digambarkan Dr. Skinner, masuk ke dalam rumah seperti bencana tsunami. Jadi tinggal bagaimana pasangan tersebut bisa menyiapkan diri untuk membicarakan masalah tersebut dengan baik. Jangan saling menyalahkan atau menuduh terlebih dahulu. Cari solusi bagaimana untuk mengurangi dampak negatif pornografi tersebut.[ast]
 

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU