Ilustrasi (Istimewa)

Seruu.com - Pasangan yang tengah berusaha punya anak biasanya akan melakukan cara ini, menjadwalkan waktu bercinta. Sita dan suaminya, Alex, sebut saja nama mereka begitu, melakukan langkah tersebut. Pasangan yang sudah menikah selama beberapa tahun ini tengah mencoba memiliki anak.

 

Setelah berkonsultasi pada dokter, mereka disarankan untuk bercinta di waktu Sita tengah berada di masa subur. Kalau bisa bercintalah sesering mungkin.

Diminta bercinta sesering mungkin, tentu bisa jadi aktivitas yang menyenangkan. Tapi kalau harus dijadwalkan, tidak semua orang senang melakukannya.

"Saya tidak suka jadi salah satu orang yang suka melihat jam, lalu berkata, ini saatnya (bercinta)," ujar Sita.

Sita pun akhirnya menggunakan cara-cara yang lebih kreatif agar aktivitas bercintanya dengan sang suami lebih menyenangkan, meski memang dijadwalkan. "Saya juga mencoba melihat suami sebagai sosok pria seksi, bukan pria yang mencoba menghamili saya," tuturnya.

Seks yang dijadwalkan itu akhirnya membuahkan hasil. Pasangan Sita dan Alex kini telah dikaruniai momongan.

Seperti Alex dan Sita, banyak pasangan lain yang tengah berusaha memiliki anak mengatakan seks bisa jadi membosankan saat dijadwalkan. Mereka juga jadi merasa tertekan karena terkesan ada jangka waktu yang harus dilalui.

Seperti dikutip dari WebMD, masing-masing pasangan harus sama-sama menyadari kalau langkah seks terjadwal ini sebaiknya dijalani tanpa merasa terpaksa. Menurut psikolog di Women's Institute for Fertility, Endocrinology, and Menopause, Philadelphia, Andrea Braverman, pasangan juga perlu memahami kalau masing-masing dari mereka punya reaksi yang berbeda-beda soal seks terjadwal ini.

"Wanita dalam situasi ini bisa merasa terasing dari tubuhnya, sehingga mereka akan kesulitan untuk merasa seksi," ujar Andrea. "Wanita bisa merasa dirinya hanyalah tempat di mana sel telur berada dan mulai bertanya-tanya, apa gunanya seks kalau dia belum hamil juga?"

Pada akhirnya wanita pun bisa kehilangan gairahnya sehingga membuat cairan lubrikasi natural mereka berkurang. Kondisi tersebut bisa membuat si wanita merasa sakit saat bercinta dan jadi semakin malas untuk melakukan aktivitas tersebut.

Sementara pada pria, mereka bisa merasa tidak lebih hanya sebagai donor sperma. "Pria pun jadi merasa berjarak dan kesulitan untuk ereksi atau orgasme," jelas Anthony Thomas, seorang ahli penyakit saluran kemih di The Cleveland Clinic Foundation, Ohio, Amerika Serikat.

"Beberapa pria malah pada akhirnya memalsukan orgasme agar hubungan seks itu cepat selesai," tambah penulis 'Overcoming Male Infertility' itu.

Thomas juga menyarankan sebaiknya pasangan tidak hanya bercinta di waktu subur saja. "Sperma bisa hidup di dalam rahim selama lima hari sebelum pembuahan," tuturnya.

Pasangan yang tengah berusaha punya anak disarankan untuk bercinta dua hari sekali di masa subur. Biasanya pelepasan sel telur terjadi kurang lebih 14 hari sebelum haid yang akan datang. Untuk Anda yang bingung mengetahui kapan masa subur ini, sekarang ada banyak cara mudah yang bisa dilakukan salah satunya dengan menggunakan alat seperti test pack. Alat tersebut cara kerjanya mirip seperti test pack yaitu dengan menggunakan urine Anda.

Leslie Schover, seorang psikolog klinis menambahkan, pasangan seharusnya juga jangan hanya bercinta di waktu tertentu, seperti masa subur, kecuali kalau mereka memang disarankan oleh dokter. Cara tersebut bisa membuat pasangan memisakan kapan seks merasa harus dilakukan, dan kapan seks menjadi aktivitas natural yang memang dilakukan dalam kehidupan.[ast]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU