Presiden SBY saat meresmikan grounbreaking RFCC Cilacap
Karena wilayah kamilah yang paling rawan dengan segala dampak buruk seperti kebakaran dan polusi. Makanya kami menuntut agar pelibatan tenaga kerja lokal lebih banyak

Cilacap, Seruu.com – Belum genap sebulan pemancangan tiang perdana (grounbreaking) pembangunan kilang RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), puluhan warga sekitar Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap (Jateng), melakukan aksi demo. Mereka menuntut agar dipekerjaan dalam proyek tersebut.

 

Puluhan warga tersebut beramai-ramai mendatangi kantor Kecamatan Cilacap Tengah, Senin (16/1/2012). Mereka menuntut agar pihak pemenang proyek PT.Adhi Karya lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal terutama warga yang bertempat tinggal di Kelurahan Donan dan Lomanis yang diklaim sebagai ring satu area Kilang Pertamina RU IV Cilacap.

Tuntutan mereka disampaikan melalui Camat Cilacap Tengah, Jarot Prasojo dalam pertemuan yang berlangsung di aula kantor tersebut. Pertemuan dihadiri anggota muspika setempat. Camat diminta bisa menyampaikan aspirasi warganya kepada pihak terkait.

Juru bicara perwakilan warga, Tugiman menyampaikan, penyerapan tenaga kerja lokal dari dua kelurahan ini minimal harus 30 persen dari total kebutuhan tenaga. “Karena wilayah kamilah yang paling rawan dengan segala dampak buruk seperti kebakaran dan polusi. Makanya kami menuntut agar pelibatan tenaga kerja lokal lebih banyak” ujarnya.

Warga mengancam jika camat tak mempan, mereka akan menyampaikan aspirasinya ke DPRD. ”Kami akan berusaha menyampaikan aspirasi ini kepada kontraktor penggarap proyek,” kata Jarot Prasojo.

Seperti diberitakan Seruu !! sebelumnya, pembangunan kilang RFCC diperkirakan akan menyerap tenaga kerja antara 6.000 – 8.000 orang. Pertamina menginvestasikan dana sebesar 1,4 milyar USD untuk proyek yang ditarget beroperasi secara komersial pada akhir 2014 itu.

Proyek RFCC diharapkan dapat meningkatkan produksi Gasoline sebesar 1,9 juta KL per tahun. Selain itu, pembangunan proyek RFCC akan meningkatkan produksi LPG sebanyak 352 ribu ton per tahun dan akan memproduksi produk Propylene sebesar 142 ribu ton per tahun.

Proyek RFCC sesuai dengan rencana Pertamina untuk swasembada bahan bakar pada tahun 2018. Saat ini, Pertamina memiliki 6 kilang dengan total kapasitas pengolahan Minyak Mentah sekitar 1 Juta Barrel per hari dan memproduksi BBM sejumlah 41 Juta Kilo Liter per tahun yang terdiri dari: Premium 12 Juta KL, Solar 18.3 Juta KL, Kerosene 7 Juta KL, dan Avtur 3,3 Juta KL. Sementara itu kebutuhan nasional saat ini telah mencapai 56 juta KL per tahun dan terus meningkat dengan laju konsumsi rata-rata 4 persen per tahun.

Proyek RFCC yang menggunakan Technology Licensor  UOP dan AXENS akan meningkatkan kapasitas Kilang Cilacap sebanyak 62,000 barrel per hari. Saat ini total kapasitas intake kilang Pertamina adalah 1 juta barrel per hari dengan rincian; Cilacap  348.000 barrel per hari, Balikpapan  260.000 barrel per hari, Dumai 170.000 barrel per hari, Balongan 125.000 barrel per hari, Plaju 118.000 barrel per hari dan Kasim 10.000 barrel per hari. [py]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU