Kafe Malam di Sukra, Indramayu (Foto: Aini/Seruu.com)

Indramayu, Seruu.com - Tak ada satupun perempuan yang ingin terlahir  menjadi penjaja diri. Namun apa jadinya bila ini sudah menjadi tradisi dan dianggap sebagai hal yang wajar untuk mendapatkan sebuah gengsi juga mengejar kebutuhan tanpa memikirkan resiko.

Blok sengondongko, desa  Sidadadi, Haurgeulies, Indramayu adalah 1 dari puluhan desa yang hampir keseluruhan penduduk wanitanya bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di luar kota maupun di Indramayu sendiri, maka tak heran bila kita melihat KTP para pekerja lokalisasi seperti di Dolly Surabaya sebagian besar berasal dari Indramayu.

Tc adalah mantan lurah desa Sidadadi yang kini menjadi ketua RT tak bisa memungkiri, putri pertamanya Er menjadi 1 diantara warga perempuan di Haurgeulis yang menjadi PSK di Dolly, Surabaya. Er memang memutuskan mengambil langkah menjadi PSK dan sebelumnya menjadi penyanyi organ di desanya, dan purel di Tangerang. Namun akhirnya gadis lulusan SMP  ini memutuskan ikut salah seorang temannya ke Surabaya tanpa sepengetahuan orang tuanya. Tc-pun mengaku kaget dan marah tahu Er bekerja seperti itu, padahal awalnya ia berharap Er bisa tetap menjadi penyanyi organ miliknya sendiri.

"Saya melarang anak saya karena masih sekolah, begitu keluar dari SMP  saya tanya mau apa? Kerja, nikah atau sekolah terserah tapi dia lari ke seni organ tunggal begitu, saya setuju waktu itu. Begitu organ sepi anak saya lari ke cafe karaoke, lama-kelamaan baru ketauan dia kerja begitu. Saya marah dan kecewa, sudah dikasih pekerjaan tapi saat sepi dengan alasan jenuh dan cari kesenangan dia lari ke Tangerang lalu ke Surabaya kerja di Dolly", jelasnya kepada Seruu.com, Minggu (24/6/12).

Tr tak bisa menampik susahnya mencari uang di Indramayu menjadi salah satu faktor banyaknya yang memilih profesi ini, meskipun para orang tua sempat melarang tak jadi penghalang mereka memutuskan mengambil jalan instan ini demi mencukupi kehidupan mereka dan keluarga, juga bersenang-senang.

"Cari uang di Indramayu itu susah, banyak orang tua yang menyuruh dan anaknya juga mau, sebaliknya anaknya mau tapi orangtuanya nggak ijinkan juga banyak. Tetapi kebanyakan  kemauan sendiri, begitu menginjak masa produktif mereka sudah mau kerja seperti itu, karena pemikirannya begitu," tuturnya.

Tr menyesal melihat putri pertamanya berprofesi sebagai penjaja diri, padahal sebenarnya Ia berharap putrinya tetap menjadi penyanyi di organ tunggalnya meskipun hasil saweran tidak seberapa namun itu dirasanya cukup ketimbang menjual diri.

"Pas ditanya kenapa kerja gitu katanya cari kesenangan, malah saya larang dan saya suruh balik lagi ke kampung karena organ tunggalnya sudah berdiri. Malah ikut ke Surabaya nggak mau pulang.nyanyi lagi, kan lumayan bisa dapat Rp300 ribu dari saweran, atau  Rp100-200 ribu, kan lumayan dari pada kerja begitu nunggu-nunggu suami orang lain. Tapi anaknya sendiri begitu mau gimana lagi," ungkapnya lagi.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar